Radio Teman Sejati

Radio Teman Sejati, Radio di Solok Selatan Sumatera Barat. Info, berita dan hiburan lokal.

Cerita Barongsai di Solok Selatan

Cerita Barongsai di Solok Selatan
Barongsai Solok Selatan, Kolaborasi Komunitas Takasiboe dan Perguruan Wushu Solok Selatan

Sungai Pagu, Sahabat sejati ternyata Solok Selatan punya perguruan Barongsai lho. Hal ini diceritakan oleh sahabat kita Eko Irawan hari ini (4 Februari 2017) di Studio Teman Sejati dalam Program Teman Cerita,

“Alhamdulillah, Solok Selatan saat ini memiliki perguruan Barongsai dengan nama Perguruan Barongsai Shan Shi Lion Dance aliran Kun Lok Sia dari perguruan Kungfu Naga Mas” cerita Eko Irawan.

Saat ditanya motivasinya kenapa mendirikan Perguruan Barongsai yang notebenen nya merupakan budaya etnis tionghoa. Ia menjawab bahwa barongsai adalah sebuah kesenian yang boleh dan bisa dipelajari oleh etnis manapun. Dan tidak ada penghalang untuk mempelajarinya. Barongsai itu gabungan antara seni bela diri dan seni kekompakan tim, sehingga sangat bagus untuk melatih bela diri dan kerjasama baik individu maupun tim.

“Barongsai adalah sebuah kesenian gabungan antara bela diri dan kekompakan tim. Sangat bagus untuk melatih beladiri individu maupun tim, sehingga akan membuat sebuah kesenian yang indah. Walaupun barongsai dari etnis tionghoa bukanlah halangan untuk kita mempelajarinya, sejauh hal itu baik dan bermanfaat” lanjut Eko Irawan.

Saat ini seluruh anggota Perguruan Barongsai Solok Selatan anggotanya adalah pribumi Solok Selatan tidak ada satupun yang beretnis tionghoa, dan kebanyakan dari anggotanya masih duduk di bangku sekolah. Namun hal ini tidak mengurangi semangat untuk belajar bahkan Barongsai Solok Selatan sudah di akui kehebatannya di Sumatera.

“Seluruh anggota Barongsai kami adalah pribumi, dan sebagian besar adalah pelajar. Mereka sangat bersemangat sekali untuk belajar. Dan saaat ini Barongsai Solok Selatan sudah diakui kehebatannya di wilayah Sumatera” tambah Eko Irawan

Selanjutnya ketika ditanya apakah ada penolakan dari masyarakat sekitar tentang keberadaan Barongsai tersebut. Ia menjawab pada awal mulanya ada sikap sinis dari masyarakat, namun karena sekarang sudah mulai mengerti dan memberikan banyak manfaat, masyarakat sudah mulai dapat menerima keberadaan Perguruan Barongsai ini.

“Awalnya memang ada sikap sinis dari masyarakat. Namun saat ini telah mulai dirasakan manfaat nya oleh masyarakat, dan mulai dapat menerima Barongsai” jawab Eko Irawan.

“Kami berharap Barongsai ini tidak dipandang negatif, karena yang kami ambil adalah keseniannya yaitu seni bela diri dan seni kekompakan tim” harap Eko Irawan.

Tags: ,