Radio Teman Sejati

Radio Teman Sejati, Radio di Solok Selatan Sumatera Barat. Info, berita dan hiburan lokal.

Supreme Energy : Konsorsium Sumitomo, Fuji dan Rekind Bangun Pembangkit

Supreme Energy : Konsorsium Sumitomo, Fuji dan Rekind Bangun Pembangkit
Supreme Energy dan PT Rekind melakukan sosialisi Pra Qualifikasi Mitra Lokal

Sungai Pagu (radiotemansejati) – PT. Supreme Energy Muara Labuh (SEML) bekerjasama dengan Konsorsium Sumitomo, Fuji dan PT Rekayasa Industri (Rekind) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah Solok Selatan. Hal ini diungkapkan Site Support Manager PT SEML, Ashari Sofyan pada acara Sosialisasi Pra Qualifikasi Mitra Lokal PT Rekaya Industri di Wisma Umi Kalsum,  Sabtu (18/03/2017).

Ashari menjelaskan bahwa Sumitomo (Jepang) bertugas untuk membangun pipanisasi, dan steam geathering (pengumpul uap). Sedangkan Fuji bertugas untuk membangun Turbin Pembangkit Listrik. Dan PT Rekayasa Industri (Rekind) bertugas untuk konstruksi fisik pembangkit.

“Kita patut berbangga bahwa Turbin yang kita gunakan adalah yang terbaik, buatan Jepang yang terjamin kualitas dan kemampuannya” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa PT Rekind merupakan BUMN yang sudah berpengalaman dalam bidang konstruksi pembangkit. Kurang lebih 40 pembangkit yang telah dibangun oleh PT Rekind, termasuk pembangunan PLTU Teluk Siriah di Teluk Bayur, Sumatera Barat.

Mei Rizal, Lisence Officer PT Rekayasa Industri (Rekind) mengatakan pengerjaan perusahaannya meliputi pengerjaan civil seperti pembangunan fisik Aula, Jalan, Rumah Dinas, Kantor danToilet.

“Banyak perkerjaan Rekind yang membutuhkan Mitra Lokal Solok Selatan sehingga kami mengumpulkan perusahaan lokal Solok Selatan saat ini” jelasnya.

Selanjutnya dia mengungkapkan beberapa bisnis lokal yang akan diperlukan adalah catering, pekerjaan sipil, pekerjaan fasilitas sementara, dan supplier galian C.

PT SEML menargetkan konsorsium ini agar dapat menghasilkan listrik paling lambat Agustus 2019. Hal ini dikarenakan PT SEML juga ditargetkan oleh PT PLN untuk dapat mengalirkan listrik paling lambat Desember 2019.

Tags: ,