Bupati : Simancuang Daerah Ekowisata Solok Selatan

Pauh Duo (radiotemansejati) dalam dua minggu ini , tercatat sudah dua kali Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria bersama Wakil Bupati, H. Abdul Rahman berkunjung ke Simancuang, Nagari Pauh Duo.

Hal ini merupakan perhatian besar pemerintah terhadap daerah yang menjadi juara 1 Lomba Wana Lestari Tingkat Nadional 2016 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini.

Kedatangan kedua kali, Senin (20/3/2017) untuk memenuhi undangan masyarakat Simancung Hulu melaksanakan Panen Labor Lapang Padi Organik yang diselenggarakan masyarakat bersama dengan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi.

Bupati kembali menyampaikan dukungannya kepada daerah Simancuang untuk menjadi daerah yang betul-betul tumbuh menjadi daerah yang asri, bersih, dan juga berkembang menjadi daerah ‘organik’, yang betul-betul alami sehingga bisa menjadi daerah wisata khusus yang diminati banyak orang.

Kedepan Simancuang bukan hanya dikenal sebagai daerah yang menjaga hutannya, tetapi juga akan terkenal karena padi organik, belut organik, dan keasrian wilayahnya yang membuat orang-orang tertarik untuk berwisata kesini.

“Kita siap bantu untuk mewujudkan kawasan ‘organik’ tersebut, sehingga bertambah lagi obyek wisata berupa ekowisata di Solok Selatan”, ungkap Bupati di hadapan masyarakat Simancuang.

Komitmen untuk mengembangkan ekowisata ini juga pernah disampaikan oleh Bupati yang juga hadir bersama Wabup pada acara “Mambantai Kabau nan Gadang” turun ke sawah di Jorong Simancuang, beberapa minggu yang lalu.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada Masyarakat Simancuang yang teguh dalam memegang tradisi menjaga hutan nagari . Apresiasi juga diberikan kepada KKI Warsi yang berupaya mendampingi dan memberdayakan masyarakat, bukan hanya dalam menjaga hutan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi yang mereka lakukan seperti halnya sekolah lapangan pertanian organik yang mereka terapkan di daerah tersebut

Direktur Eksekutif KKI Warsi, Diki Kurniawan, menegaskan komitmennya dalam program pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat nagari untuk membantu program-program pemerintah.

“Kita akan terus berkontribusi terhadap pembangunan daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan, air, dan energi” jelasnya

“Dan hari ini, hasil yang menggembirakan akhirnya tercapai juga dengan panen perdana labor lapangan yang mencapai 4,8 Ton/ Ha. Padahal padi percontohan tersebut ditanam di tanah yang gersang, yang selama ini sudah ditinggalkan oleh petani. Jika ditanam di tanah yang normal bahkan  bisa menghasilkan hingga 5,5 Ton/Ha”, sebut Diki pada kesempatan tersebut

“Bantuan untuk bibit manggis dan juga mesin bajak, siap kita berikan untuk Simancuang. Silahkan diajukan kepada kami. Tanam pohon manggis sebanyak-banyaknya di lahan-lahan yang ada untuk meningkatkan perekonomian disini” tambah Wabup

Kadis Pertanian, Tri Handoyo, melalui Kabid Tanaman Pangan, Nurhamidah, yang hadir pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa untuk tahun 2017 ini akan dikembangkan tananam padi organik seluas 20 Ha di daerah Simancuang, sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close