Radio Teman Sejati

Radio Teman Sejati, Radio di Solok Selatan Sumatera Barat. Info, berita dan hiburan lokal.

Ini Pesan Pelaku Sejarah PDRI Untuk Solok Selatan

Ini Pesan Pelaku Sejarah PDRI Untuk Solok Selatan
Pelaku Sejarah PDRI

Bidara Alam (radiotemansejati) – Pada usianya yang senja, Hasan (92) merupakan satu-satunya laki-laki pelaku langsung Pemerintahan Darurat Rapublik Indonesia (PDRI) yang masih hidup.

Selepas Upacara Hari Bela Negara (HBN) ke-69 Kabupaten Solok Selatan yang dipusatkan di Tugu Peringatan PDRI, Bidara Alam, Selasa (19/12/2017) media menyempatkan mewawancarai Hasan.

Walau usianya tak lagi muda, namun semangatnya tetaplah muda seperti seorang pejuang. Kepada media ia menitipkan nasihat kepada Solok Selatan terutama generasi muda untuk terus berjuang demi kemajuan bangsa.

Zaman kini alah lamak, dak mode dulu susahnyo lai do, koq dapek nan mudo-mudo Isi kapalo untuk Kemajuan Bangsa dan Negara (Zaman sekarang sudah enak tidak susah seperti dulu lagi, kalau bisa yang muda-muda Tuntutlah ilmu untuk Kemajuan Bangsa dan Negara),” ujarnya.

Dan walaupun di usia yang sudah mendekati satu abad, kakek tua ini masih aktif mengikuti perkembangan dunia melalui media elektronik dan surat kabar.

Ibo hati kalau anak anak tapangaruh narkoba, rancak nyo baraja supayo jan tatingga bana negara awak dek negara urang. (Iba hati kalau anak-anak terpengaruh narkoba bagus mereka belajar supaya negara kita tidak begitu tertinggal dari negara lain),” katanya dengan muka sedih.

Ia mengungkapkan saat ini selain dirinya masih ada sepuluh orang lagi perempuan pelaku lansung zaman darurat yang masih hidup.

Tingga sabaleh lai nyo, surang laki-laki 10 padusi, rato-rato lah baumua diateh 85 tahun. (Tinggal sebelas orang lagi yang masih hidup satu laki-laki sepuluh perempuan, rata-rata sudah berumur diatas 85 tahun),” ungkapnya.

Sedangkan untuk kepedulian pemerintah terhadap mereka, Hasan menyebutkan sudah sangat baik, hal itu juga diamini Silis (88) dan Yuni (89).

Tarimo kasih ka pemerintah karano kami lai di paratian. (Terima kasih ke Pemerintah karena kami sudah dipertikan),” kata mereka serempak.

Bertindak sebagai Inspektur upacara HBN ke-69, Mayor Infanteri I Nyoman dan Perwira upacara Kapten Infantri Betrimeldi dan Komandan Kapten Infantri Nadaek. Serta di hadiri juga oleh Asisten I Setdakab Solsel, Fidel Effendi.

Tags: ,