Solsel Bakal Gelar Festival Terbesar Sambut TDS 2017

Solok Selatan (radiotemansejati) – Dalam rangka menyambut gelaran lomba balap sepeda tersebsar di Indonesia, Tour de Singkarak (TdS) 2017, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan menggelar Festival Saribu Rumah Gadang.

Festival tersebut digadang-gadang merupakan festival terbesar di Solok Selatan, karena akan digelar selama tiga hari (19-21/10/2017) dan melibatkan ribuan peserta.

Festival bertajuk “MANJAPUIK NAN TATINGGA, MANGUMPUA KAN NAN TASERAK, MANGAMBANG PUSAKO LAMO” (menjemput yg ketinggalan/tercecer, mengumpulkan yang tersebar tak terkoordinir, menampilkan pusaka lama) tersebut bakalan menyuguhkan keelokan budaya lokal Solok Selatan dan Minangkabau.

Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria menginginkan masyarakat kembali mengenal budaya yang dimiliki oleh Solok Selatan dan Minangkabau.

“Masyarakat kembali melakukan tradisi adatnya, kesenian masyarakat yang disebut pamenan anak mudo seperti Randai, Silat, Barabab, dll. Yang terkenal sangat kuat dulunya. Selalu bekerjasama dan bergotong royong dalam mewujudkan sebuah peristiwa adat, “terang Bupati.

Untuk tahun ini, Bupati meminta kepada Koreografer Nasional dan Putri Asli Daerah, Hartati untuk langsung mengelola dan mengorganisasikan acara tersebut.

“Kita beruntung memiliki seniman/koreografer asal Solok Selatan, Hartati, yang ikut terjun langsung pulang kampung bolak balik untuk membangun dan mengembangkan konsep festival ini,” puji Bupati

Hartati yang juga koregrafer Sea Games tersebut menjelaskan, Tradisi adat masyarakat Solsel adalah selalu bekerja sama dan bergotong royong dalam mewujudkan sebuah peristiwa adat.

“Prinsip “duduak samo randah, tagak samo tinggi, dan pemimpin ditinggikan sarantiang”, itu menjadi acuan untuk festival ini,” terangnya.

Ia menambahkan, masyarakat dan wisatawan yang berada dan keluar masuk di Kawasan SRG di himbau/diharuskan memakai Baju Kuruang untuk wanita, Taluak Balango untuk pria, Deta dan asesoris keseharian lainnya.

“Bahkan Wisatawan yang datang, hadir atau menginap di SRG, kita himbau serius untuk berpakaian yang sama seperti masyarakat disana,” himbaunya

Pihak sekolah juga diminta partisipasinya utk mengirim siswanya ke kawasan SRG di hari ke-2 Festival, utk memberi kesempatan dan kesadaran bahwa nagari mereka akan menjadi kawasan wisata dan dekat dengan budayanya. Dan tentu saja nanti mereka akan menjadi bagian yg akan ikut mempromosikan nagarinya lewat media sosial.

Di sisi lain, di Kawasan RTH (Ruang Terbuka Hijau) Muara Labuh yang berdekatan dengan SRG, akan menjadi Panggung Anak Nagari yang di isi dengan kreasi-kreasi dari berbagai pelosok nagari/desa dari seluruh Solok Selatan. Disitu tempat mereka mempunyai kemerdekaan untuk berkarya dan menampilkan kreatifitasnya. Tentu saja sambil mengingatkan masyarakat juga tentang kuliner asli SolSel.

“RTH akan ada setting khusus yang bertujuan utk meningkatkan penampilan artistiknya nanti sebagai sebuah Festival sehingga diharapkan akan menjadi lebih menarik jadi tontonan Masyarkat dan Wisatawan,” terang Hartati tentang penampilan di RTH nantinya

Melihat meriahnya rencana festival yang akan diadakan, Nofrins Napilus, salah seorang penggiat pariwisata menyarankan agar jauh-jauh hari para wisatawan membooking homestay (penginapan) di SRG terlebih dahulu.

“Mulailah booking Homestay SRG  dari sekarang melalui travel agents atau tour guide anda, supaya anda juga bisa ikut larut dengan pesta rakyat di NEGERI EMPAT RAJA ini nantinya,” himbau Nofrins

“Inilah yang kita tunggu-tunggu dari kawasan SRG, sebagai sebuah tujuan wisata yang sebenarnya agar menjadi daya tarik Nasional maupun Internasional nantinya,” puji Nofrins

 

Komentar Sahabat

Close
%d blogger menyukai ini: