Survey Jelajah Budaya : Kawasan Saribu Rumah Gadang Luar Biasa

Solok Selatan (radiotemansejati) – Tim Survey Jelajah Budaya yang sudah dua hari melakukan survey ke Kawasan Saribu Rumah Gadang memuji keberadaan dan budaya yang ada di Kawasan Saribu Rumah Gadang.

Tim yang beranggotakan Yori Antar “Pendekar Arsitektur Nusantara”, Jay Subyakto (Produser dan sutradara nasional), Nadya Azalia (Arsitektur) , Alfianto Domy Aji, Nofrin Napilus (Pegiat Pariwisata), dan Hasmurdi Hasan (Budayawan) tersebut diundang langsung oleh Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria.

Dihadapan ratusan ninik mamak di Balai Kerapatan Adat Nagari Koto Baru, Rabu (11/10/2017), Tim Survey Jelajah Budaya diwakili oleh Yori Antar melakukan presentasi pengembangan budaya.

Yori Antar yang sudah mengembangkan di lebih dari 15 desa adat di seluruh Indonesia tersebut mengutarakan kekagumannya terhadap kawasan saribu rumah gadang. “Disini (SRG) memiliki keanekaragaman rumah gadang yang sangat lengkap dibandingkan daerah lainnya, dan usia nya sudah ratusan tahun,” ujarnya.

Selain itu ia menjelaskan Kawasan SRG sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata, “Belum dipoles saja sudah ada sepuluh homestay yang berdiri dengan sanitasi yang sudah cukup baik, ini merupakan modal utama yang luar biasa” pujinya.

Untuk lebih melestarikan kawasan SRG pihaknya menyarankan menumbuhkan kembali sifat Gotong Royong masyarakat. “Ini lah yang kami lakukan di desa adat lainnya, kami mengajak kembali masyarakat yang ada untuk bersama-sama membangun kembali desanya,” jelasnya.

Terlebih lagi dengan segera ditetapkannya kawasan SRG sebagai kawasan cagar budaya ia sangat menyambut baik hal tersebut. Dan ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk kembali melestarikan budaya yang ada.

“Jangan sampai ada satupun rumah gadang yang roboh lagi, harus dipertahankan dan dilestarikan,” tuturnya.

Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria mengaku siap untuk mendukung saran dan arahan yang diberikan oleh Tim Survey Jelajah Budaya tersebut.

“Kita saat ini punya semangat yang tinggi untuk melestarikan, dan sedikit dana. Kita butuh arahan dan masukan dari tim-tim ahli hebat ini,” ujarnya.

Komentar Sahabat

Close
%d blogger menyukai ini: