Bersama Pemkab Solsel, Srikandi PLN UID Sumbar Gelar Aksi Peduli Cegah Stunting

Pauh Duo, (radiotemansejati.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) melalui Program PLN Peduli yang bertajuk “Srikandi PLN Movement”, menggelar sosialisasi Cegah Resiko Dini Anak Stunting (CERDAS) serta menyalurkan paket asupan gizi kepada anak stunting atau yang mendekati stunting di Jorong Taratak Bukareh, Nagari Pauh Duo Nan Batigo, Kec. Pauh Duo, Rabu (13/12/2023).

Program ini merupakan wujud Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial (TJSL) dari PLN kepada masyarakat. Melalui Program ini, PLN turut memberikan solusi nyata terhadap permasalahan stunting di Indonesia.

Program penurunan stunting menjadi program strategis pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting

General Manager PLN UID Sumbar, Eriz Rossi Priyo Nugroho menyampaikan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon terhadap permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan serius di masyarakat.

“PLN akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan intervensi program Srikandi PLN dengan berbagi ilmu, keahlian dan tenaga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan berkontribusi membantu pemerintah menyelesaikan masalah sosial lingkungan sekitar perusahaan,” kata Yusmarti.

Ia juga menambahkan program cegah stunting Srikandi PLN ini merupakan program Nasional yang dilakukan pada wilayah kerja PLN seluruh Indonesia.

“Harapan PLN dengan kolaborasi dengan pemerintah untuk pencegahan dan penurunan stunting ini dapat menciptakan generasi Indonesia yang unggul, tumbuh dan berkembang secara optimal di masa depan,” tambah Yusmarti.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Solok Selatan, H. Khairunas menyampaikan ucapan terimakasih kepada PLN, pemerintah kecamatan Pauh Duo, dan Tim terkait yang telah berkolaborasi bersama membantu pemerintah dalam melakukan penurunan dan pencegahan stunting ini. 

“Salah satu upaya pemerintah dalam melakukan penurunan stunting adalah dengan Pemberian makanan tambahan berupa protein hewani pada anak usia 6-24 bulan seperti telur, ikan, ayam, daging dan susu serta protein nabati seperti sayur-sayur yang mengandung protein tinggi agar anak-anak kita tercukupi kebutuhan protein untuk pertumbuhannya”, ungkap khairunas.

Ia juga menambahkan tentang pentingnya pengetahuan calon Ibu dalam memenuhi gizi sebelum dan saat hamil termasuk setelah melahirkan dan saat menyusui.

“Upaya yang tidak kalah pentingnya juga dalam pencegahan stunting ini yaitu dengan rutin mensosialisasikan atau mengedukasi masyarakat terutama ibu-ibu untuk mengetahui cara menjaga gizinya ketika hamil, menyusui dan memperhatikan gizi pada anak-anaknya,” tutup khairunas. *)

AQ_Rts

Komentar Sahabat

Close
%d blogger menyukai ini: