Nasrul Abit : 2019, Solsel Harus Keluar Dari Daerah Tertinggal

Sungai Pagu (radiotemansejati) – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit melakukan kunjungan ke Solok Selatan dalam rangka Safari Ramadhan Provinsi 1438 H. Kegiatan tersebut bertempat di Masjid Al-Mukarramah, Jr Ampek Jorong, Pasir Talang Selatan, Sungai Pagu pada hari Sabtu (17/6/2017). Turut mendampingi Wakil Bupati Solok Selatan, H. Abdul Rahman.

Pada kesempatan tersebut, Ia mengatakan dirinya di berikan tugas oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno untuk mengawal dan membimbing tiga kabupaten yang masih tertinggal yaitu Mentawai, Pasaman Barat dan Solok Selatan. Khusus untuk Solok Selatan ia menargetkan untuk dapat keluar pada tahun 2019.

“Tahun 2018 akan dilakukan penilaian oleh Kementerian Desa Tertinggal, saya akan dorong seluruh komponen untuk menyelesaikan seluruh indikator yang menjadi penilaian Daerah Tertinggal tersebut” ujarnya

Ia menambahkan bahwa ada 27 Indikator yang menjadi penilaian Daerah Tertinggal, Pemerintah Kabupaten terutama Bapeda harus bekerjasama dengan seluruh komponen terutama dengan BPS (Badan Pusat Statistik). Salah satu penilaian akan bermuara pada Indeks Pengembangan Manusia (IPM).

Berdasarkan penelusuran media di website BPS didapatkan bawah angka IPM Kabupaten Solok Selatan Tahun 2016 berada diangka 67,47 dan rata-rata IPM Provinsi Sumatera Barat adalah 70,73.

Nasrul Abit juga mengapresiasi didapatkannya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kabupaten Solok Selatan. Sistem Keuangan Pemerintah yang transparan dan akuntable merupakan modal yang kuat untuk membentuk sebuah pemerintahan yang baik.

“Saya yakin Solok Selatan dan Pasaman Barat mampu untuk keluar dari Daerah Tertinggal pada tahun 2019” ungkapnya.

 

Komentar Sahabat

Close
%d blogger menyukai ini: