Razia Tambang Liar, Polres Solok Selatan Sita 3 Alat Berat

Razia Tambang Liar Di Solok Selatan

Solok Selatan – Kepolisian Resort (Polres) Solok Selatan melakukan razia tambang liar sebagai komitmen untuk menegakkan hukum di wilayah Kabupaten Solok Selatan terhadap maraknya isu tambang liar dan penebangan hutan ilegal.

Dilansir dari Harianhaluan, Polres Solsel mengamankan tiga unit alat berat jenis ekskavator dan 35 galon Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di lokasi tambang emas ilegal Jorong Alai Talantam, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Sangir Batang Hari, Solok Selatan, Sumatera Barat, Selasa (31/12/19).

Ketiga Alat berat dan solar temuan tersebut telah ditinggalkan oleh pemiliknya. Polisi mengaku akan melakukan penelusuran siapa pemilik barang-barang tersebut.

“Operasi penindakan ilegal mining, ilegal logging dan penyalahgunaan BBM subsidi dilaku secara bertahap. Mulai dari pendirian pos pengamanan di wilayah perbatasan Solsel – Dharmasraya hingga penyisiran sejumlah lokasi yang disinyalir tempat aktifitas ilegal mining,” kata Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto didampingi Waka Polres, Kompol Edi Warman dan Kasat Reskrim  AKP M.Rosidi pada, Selasa (31/12).

Disebut oleh Kapolres, sebelumnya, pihak kepolisian lakukan penyisiran ke sejumlah titik yang diduga sebagai lokasi aktifitas ilegal mining.

Kapolres menjelaskan pada saat penyisiran tersebut kepolisan harus menempuh medan jalan yang cukup jauh, menantang dan menyeberangi sungai menggunakan perahu tempel (timpek).

“Pada operasi di hari ke dua, Jumat (27/12) baru ditemukan tiga alat berat dan 35 galon solar di lokasi tambang emas ilegal yang sudah ditinggalkan oleh penambang di Jorong Alai Talantam Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan,” katanya

Di lokasi tersebut juga ditemukan pondok-pondok bekas yang ditinggalkan. Lalu pihak kepolisian merobohkan dan memasang spanduk himbauan agar tidak melakukan tambang emas ilegal.

“Kemudian, dilanjutkan penyisiran di sekitar lokasi di Talantam, dan tim juga menemukan tiga unit ‘bangkai’ eskavator dalam kondisi rusak berat atau diperkirakan tidak beroperasi dalam waktu cukup lama yang telah ditinggalkan pemiliknya,” sebutnya.

Setelah tim selesai melakukan penyisiran di wilayah Sangir Batang Hari, pada Senin (30/12) dilanjutkan penyisiran di lokasi Pamong Ketek dan Pamong Gadang di jorong Jujutan Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.

“Alhamdulillah tidak ditemukan aktifitas ilegal mining disitu tapi ada bekas aktifitas tambang emas ilegal. Di Pamong Gadang ditemukan pondok-pondok yang ditinggalkan pekerja namun di Pamong Ketek tidak ditemukan. Selanjutnya, akan dilakukan penyelidikan, alat itu pemilik siapa. Dan upaya penegakan hukum,” tuturnya.

Diakuinya kegiatan tersebut didukung oleh masyarakat, wali nagari dan tokoh masyarakat sekitar.

Komentar Sahabat

Close
%d blogger menyukai ini: